Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Informasi yang beredar luas di media sosial menyebutkan adanya kenaikan harga BBM mulai 1 April 2026, antara lain Pertalite menjadi Rp14.000 per liter, Bio Solar Rp9.500 per liter, dan Pertamax Rp16.500 per liter. Informasi tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi, namun telah memicu reaksi berantai di tengah masyarakat.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa distribusi BBM tetap berjalan normal. Seluruh pompa di SPBU beroperasi, dan pelayanan berlangsung relatif lancar. Tidak ada gangguan signifikan dalam pasokan, bahkan arus lalu lintas di sekitar SPBU masih terpantau terkendali meski padat.
Hal ini menegaskan bahwa akar persoalan bukan terletak pada ketersediaan stok, melainkan pada lonjakan konsumsi secara tiba-tiba.
Dampak dari penyebaran informasi yang tidak terverifikasi ini tidak bisa dianggap sepele. Selain memicu kepadatan di SPBU, kondisi tersebut berpotensi mengganggu ritme distribusi dan menyebabkan penyerapan stok dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Jika berlangsung terus-menerus, situasi ini justru dapat menciptakan tekanan buatan terhadap pasokan. (rnc)
