Jakarta, RakyatNTT.ID Afrika Selatan kembali mencuri perhatian setelah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Bafana Bafana ini akan menjalani partisipasi keempat mereka di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut, setelah sebelumnya tampil pada edisi 1998, 2002, dan 2010.

Sebagai satu-satunya negara Afrika yang pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2010, Afrika Selatan kini datang dengan semangat baru usai absen dalam tiga edisi terakhir. Performa mereka dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan signifikan, terutama di level kontinental.

Pada Piala Afrika 2023, Afrika Selatan berhasil finis di peringkat ketiga. Tren positif berlanjut pada edisi 2025, di mana mereka mampu melaju hingga babak 16 besar sebelum dikalahkan Kamerun dengan skor 1-2.

Iklan

Lolos Dramatis ke Piala Dunia 2026

Afrika Selatan memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah melalui fase kualifikasi CAF yang penuh drama. Mereka keluar sebagai juara Grup C dengan catatan lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan dua kekalahan dari total 10 pertandingan.

Persaingan ketat dengan Nigeria dan Benin membuat posisi klasemen terus berubah hingga laga terakhir. Pada pertandingan penentuan, Afrika Selatan menang 3-0 atas Rwanda. Hasil tersebut, ditambah kemenangan Nigeria 4-0 atas Benin, memastikan Bafana Bafana finis di puncak klasemen dan lolos ke putaran final.

Rekam Jejak di Piala Dunia

Momen paling ikonik Afrika Selatan di Piala Dunia terjadi pada 2010 saat mereka menjadi tuan rumah. Kala itu, mereka mencatat kemenangan bersejarah 2-1 atas Prancis, meski gagal lolos dari fase grup.

Dalam tiga partisipasi sebelumnya, Afrika Selatan selalu tersingkir di fase grup. Piala Dunia 2026 menjadi peluang besar untuk memecahkan rekor tersebut dan melangkah lebih jauh.

Sentuhan Pelatih Hugo Broos

Di bawah asuhan pelatih asal Belgia, Hugo Broos, Afrika Selatan menunjukkan perkembangan yang stabil. Sejak menangani tim pada 2021, Broos mencatat hasil impresif dengan dominasi kemenangan dan pertahanan yang solid.

Mengandalkan formasi 4-2-3-1, Broos menekankan organisasi permainan yang rapi, terutama di lini belakang. Statistik kebobolan yang relatif rendah menjadi bukti kekuatan utama tim ini.

Lyle Foster, Andalan di Lini Depan

Salah satu pemain kunci Afrika Selatan adalah Lyle Foster. Penyerang berusia 25 tahun yang bermain untuk Burnley ini diharapkan menjadi tumpuan utama dalam mencetak gol.

Foster dikenal sebagai penyerang komplet dengan kemampuan dribel, kecepatan, dan fleksibilitas bermain di beberapa posisi lini depan. Performa impresifnya di level klub dan tim nasional membuatnya menjadi sosok penting dalam skuad.

Jadwal Afrika Selatan di Grup A

Afrika Selatan tergabung di Grup A bersama Meksiko, Republik Ceko, dan Korea Selatan. Berikut jadwal pertandingan mereka:

  • 11 Juni 2026: Meksiko vs Afrika Selatan
  • 18 Juni 2026: Republik Ceko vs Afrika Selatan
  • 25 Juni 2026: Afrika Selatan vs Korea Selatan

Peluang dan Prediksi

Dengan komposisi skuad yang kompetitif dan pengalaman internasional yang semakin matang, Afrika Selatan berpeluang menjadi kuda hitam di Piala Dunia 2026.

Meski tidak difavoritkan menjadi juara, peluang untuk lolos dari fase grup terbuka lebar. Kunci utama akan terletak pada laga pembuka melawan tuan rumah Meksiko. Jika mampu meraih hasil positif, kepercayaan diri tim bisa meningkat untuk menghadapi dua laga berikutnya.

Afrika Selatan juga membawa sejumlah pemain muda berbakat yang berpotensi menjadi tulang punggung tim di masa depan. Kombinasi pengalaman dan talenta muda membuat Bafana Bafana layak diperhitungkan dalam persaingan global. (*/rnc)