Kapolsek Kota Lama, AKP Arifin A, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
“Masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin siang.

Ia juga menyebutkan, saat dievakuasi, dari hidung dan mulut korban terlihat mengeluarkan busa.

Di sekitar lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya satu kaos oblong berwarna putih, sepasang sandal, serta satu unit telepon genggam merek Oppo berwarna ungu.

Setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh perwakilan keluarga, Theo Yoyakim Nenohaefeto, dan disaksikan oleh adik kandung korban, Jitro Nenohaefeto.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Kecamatan Kolbano, Kabupaten TTS, untuk dimakamkan. (*/rnc)