Lebih lanjut, ia menyebut bahwa reaksi sejumlah organisasi atau kelompok yang mengatasnamakan umat Kristen tidak serta-merta mewakili keseluruhan suara umat Kristen di Indonesia.

“Representasi resmi umat Kristen secara umum berada pada lembaga seperti PGI, PGPI, dan KWI. Reaksi di luar itu adalah bagian dari dinamika biasa,” katanya.

Ia juga mendorong dialog terbuka jika terdapat kesalahpahaman, dengan melibatkan lembaga keagamaan resmi guna meredam polemik yang berkembang.

Iklan

Sutrisno menekankan bahwa nilai utama dalam ajaran Kristen adalah kasih dan perdamaian. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak terpancing reaksi berlebihan.

“Dunia yang cemas membutuhkan kedamaian. Jika ada hal yang kurang tepat, dapat diluruskan dengan cara yang baik, bukan dengan memperbesar konflik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia baru saja merayakan hari besar keagamaan seperti Nyepi, Idulfitri, dan Paskah, yang sejatinya mengedepankan nilai persaudaraan dan saling memaafkan.

Selain itu, Sutrisno menilai sosok Jusuf Kalla sebagai tokoh senior bangsa tidak memiliki niat menciptakan kegaduhan, sehingga publik diminta tidak reaktif dalam menyikapi isu tersebut.

Respons Kubu JK

Di sisi lain, pihak Jusuf Kalla melalui juru bicaranya, Husain Abdullah, menyatakan belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan yang dilayangkan DPP GAMKI ke Polda Metro Jaya.