Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Lewoleba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Lembata mengambil langkah konkret untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan petani jagung melalui skema pembelian hasil panen yang terkoordinasi.
Program ini dilaksanakan di fasilitas Penanganan Pasca Panen dan Cadangan Pemerintah di kompleks CWC Selandoro, Kecamatan Nubatukan.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, hadir langsung dalam kegiatan pembelian perdana tersebut, Jumat (17/4/2026). Ia tidak hanya meninjau proses di lapangan, tetapi juga berdialog dengan para petani guna memastikan mekanisme pembelian dan pembayaran berjalan transparan dan lancar.
Melalui program yang difasilitasi Dinas Pertanian, petani kini dapat menjual jagung tongkol kering secara langsung kepada pemerintah tanpa melalui perantara. Sistem ini memungkinkan pembayaran dilakukan secara langsung setelah proses penimbangan dan pengecekan kadar air.
Harga pembelian ditentukan berdasarkan kadar air jagung, yakni di bawah 16 persen sebesar Rp4.000 per kilogram, 16–18 persen Rp3.500 per kilogram, 19–20 persen Rp3.250 per kilogram, dan di atas 20 persen Rp3.000 per kilogram.
Salah satu petani, Monika Boi asal Lamahora, menjual 2.240 kilogram jagung dengan kadar air 17 persen dan langsung menerima pembayaran sebesar Rp7.840.000. Ia mengaku sistem ini sangat membantu karena hasil panen bisa segera diuangkan.
