Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Hal serupa disampaikan Raymundus Bapa, petani dari Jontona, yang menjual 542 kilogram jagung dengan kadar air 15 persen dan menerima Rp2.168.000 secara langsung.
Setelah proses pembelian, Dinas Pertanian Kabupaten Lembata melakukan pengelolaan lanjutan melalui tahapan sortasi, pemipilan, hingga pengeringan. Proses pengeringan dilakukan secara bertahap melalui penjemuran, pembalikan berkala, serta pengukuran kadar air hingga mencapai standar sekitar 14 persen.
Selanjutnya, jagung dibersihkan dan disimpan sebelum diserahkan kepada Dinas Koperindag untuk diolah menjadi produk turunan seperti pakan ternak dan beras jagung. Mukthar Hada menegaskan bahwa pengeringan menjadi kunci utama untuk menjaga kualitas sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas tersebut.
Program pembelian jagung ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin dan Kamis. Pemerintah daerah berharap skema ini mampu mengatasi persoalan pemasaran yang selama ini dihadapi petani, sekaligus menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya program ini, petani di Lembata kini memiliki kepastian harga, akses pasar yang jelas, serta jaminan pembayaran yang cepat dan transparan. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

