SoE, RakyatNTT.ID Pawai Paskah GMIT Klasis SoE Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berlangsung meriah pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini diikuti 27 kontingen dengan total lebih dari 1.000 peserta yang didominasi pemuda-pemudi gereja.

Pawai yang dimulai pukul 12.00 WITA tersebut dilepas langsung oleh Wakil Bupati TTS Johny Army Konay, S.H., M.H., bersama Ketua Klasis SoE Timur, Pdt. Mariana Ndjukambani, M.Th., serta para pendeta lainnya.

Titik start pawai berada di depan GMIT Hakaldama Nusa, kemudian peserta menempuh jalur Jalan Timor Raya dan berakhir di depan Kantor Klasis SoE Timur yang berlokasi di depan Kantor Camat Amanuban Barat.

Diawali Ibadah Kreatif

Sebelum pelepasan, kegiatan diawali dengan Ibadah Kreatif Paskah yang mengusung tema “Kristus Bangkit Memperbaharui Kemanusiaan Kita”.

Dalam suara gembalanya, Pdt. Mariana Ndjukambani menegaskan bahwa pawai ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud perjalanan iman.

“Pawai ini lahir dari doa, pergumulan, dan kerinduan untuk menyaksikan kabar kebangkitan Kristus. Apa yang kita lihat hari ini adalah buah dari keberanian untuk berinovasi, namun tetap berakar pada kebenaran firman Tuhan,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta, khususnya pemuda-pemudi, untuk menjaga sikap selama kegiatan berlangsung, termasuk menjauhi minuman beralkohol dan menjaga kebersamaan.

“Ini adalah ibadah karya. Mari kita menjaga diri, menjaga kebersamaan, dan menghormati makna pengorbanan Kristus,” tambahnya.

Menutup pesannya, ia menegaskan bahwa Pawai Paskah merupakan panggilan untuk menjadi saksi iman, berjalan dengan tertib, penuh kasih, dan tanggung jawab.

Paskah sebagai Momentum Refleksi

Sementara itu, Wakil Bupati TTS Johny Army Konay menyampaikan bahwa Paskah merupakan momen penting dalam iman Kristiani yang sarat makna kemenangan, harapan, dan pembaruan hidup.

“Paskah adalah simbol kemenangan atas dosa dan kematian, sekaligus seruan untuk menghadirkan perdamaian, keadilan, dan solidaritas. Ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momen refleksi yang mendalam,” jelasnya.

Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk menjaga disiplin selama pawai berlangsung serta menghayati makna Paskah dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap pawai ini berjalan tertib dan menjadi simbol damai, pengharapan, serta persatuan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Daftar Peserta Pawai

Sebanyak 27 peserta ambil bagian dalam Pawai Paskah GMIT Klasis Soe Timur 2025, yakni: Jemaat GMIT Oenali, GMIT Siloam Nulle, GMIT Imanuel Kuatnana, GMIT Soleman Neonmat, GMIT Imanuel Noelaku, GMIT Pollo, GMIT Oepula, GMIT Lakat, GMIT Fatusion Siki, GMIT Kilobesa, GMIT Fatukoko, GMIT Oeue, GMIT Manikin, GMIT Nifukani, GMIT Elim Oefatu, GMIT Toisilu, GMIT Neotetus, GMIT Mio, GMIT Ayotoko, GMIT Rehobot Pollo, GMIT Pniel Supul, GMIT Betesda Haumembaki, GMIT Tubmonas, GMIT Taekiu, GMIT Sesawi Oekamusa, GMIT Sabkiki, serta STAK Arastamar SoE.

Kemeriahan pawai yang sarat nilai rohani ini diharapkan semakin mempererat persaudaraan antar jemaat serta memperkuat iman umat dalam merayakan kebangkitan Kristus. (rnc26)