“Ini adalah ibadah karya. Mari kita menjaga diri, menjaga kebersamaan, dan menghormati makna pengorbanan Kristus,” tambahnya.

Menutup pesannya, ia menegaskan bahwa Pawai Paskah merupakan panggilan untuk menjadi saksi iman, berjalan dengan tertib, penuh kasih, dan tanggung jawab.

Paskah sebagai Momentum Refleksi

Sementara itu, Wakil Bupati TTS Johny Army Konay menyampaikan bahwa Paskah merupakan momen penting dalam iman Kristiani yang sarat makna kemenangan, harapan, dan pembaruan hidup.

“Paskah adalah simbol kemenangan atas dosa dan kematian, sekaligus seruan untuk menghadirkan perdamaian, keadilan, dan solidaritas. Ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momen refleksi yang mendalam,” jelasnya.

Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk menjaga disiplin selama pawai berlangsung serta menghayati makna Paskah dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap pawai ini berjalan tertib dan menjadi simbol damai, pengharapan, serta persatuan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Daftar Peserta Pawai

Sebanyak 27 peserta ambil bagian dalam Pawai Paskah GMIT Klasis Soe Timur 2025, yakni: Jemaat GMIT Oenali, GMIT Siloam Nulle, GMIT Imanuel Kuatnana, GMIT Soleman Neonmat, GMIT Imanuel Noelaku, GMIT Pollo, GMIT Oepula, GMIT Lakat, GMIT Fatusion Siki, GMIT Kilobesa, GMIT Fatukoko, GMIT Oeue, GMIT Manikin, GMIT Nifukani, GMIT Elim Oefatu, GMIT Toisilu, GMIT Neotetus, GMIT Mio, GMIT Ayotoko, GMIT Rehobot Pollo, GMIT Pniel Supul, GMIT Betesda Haumembaki, GMIT Tubmonas, GMIT Taekiu, GMIT Sesawi Oekamusa, GMIT Sabkiki, serta STAK Arastamar SoE.