Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan melalui partisipasi aktif dalam program Southeast Asian Teacher Project (SEA Teacher).

Program ini merupakan inisiatif Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa keguruan (FKIP) untuk praktik mengajar di negara-negara ASEAN.

Melalui program ini, mahasiswa Undana berkesempatan terjun langsung ke dunia pendidikan internasional sekaligus menyerap praktik pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Iklan

Tiga mahasiswa Undana yang mengikuti program tersebut adalah Rapi Mesa Valentino Poa (Pendidikan Fisika), Helya Sherisya Messakh (Pendidikan Matematika), dan Selfisina Sarah Samadara (Pendidikan Bahasa Inggris). Mereka menjalani praktik mengajar di dua institusi pendidikan ternama di Filipina, yakni Saint Louis College dan Don Mariano Marcos Memorial State University (DMMMSU).

Selama menjalani program, para mahasiswa merasakan langsung dinamika pembelajaran yang aktif dan partisipatif. Siswa di Filipina dinilai memiliki kemampuan berpikir kritis yang kuat, tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mampu menjelaskan alasan logis di balik jawaban mereka.

“Awalnya saya merasa gugup, tetapi siswa di sana sangat aktif dan suportif. Mereka bahkan mendorong saya untuk terus percaya diri saat mengajar,” ujar Rapi Mesa Valentino Poa.

Pengalaman serupa juga disampaikan Selfisina Sarah Samadara yang menilai pola komunikasi dua arah di kelas menjadi indikator kuat dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa.

“Mereka tidak hanya menjawab, tetapi juga menjelaskan proses berpikir mereka. Ini menunjukkan pembelajaran yang benar-benar melatih nalar,” ungkapnya.

Keberhasilan interaksi di kelas tersebut didukung oleh perencanaan pembelajaran yang sistematis dan terstruktur. Para pengajar di Filipina menerapkan berbagai model pembelajaran modern, seperti discovery learning serta model siklus belajar 5E hingga 7E (Engage, Explore, Explain, Elaborate, Evaluate).

Helya Sherisya Messakh menambahkan bahwa penyusunan lesson plan yang detail membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan terarah.

“Dengan perencanaan yang matang, interaksi antara pengajar dan siswa menjadi lebih hidup, meskipun materi yang diajarkan tergolong baru,” jelasnya.

Pengalaman internasional ini menjadi modal penting bagi Undana dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan kampus. Sekembalinya ke Indonesia, para mahasiswa siap mengadaptasi berbagai strategi, mulai dari penerapan student-centered learning, penguatan literasi dan budaya bertanya, hingga pengembangan metode pembelajaran kreatif dan sistematis.

Melalui program SEA Teacher, Undana menegaskan komitmennya dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global dan kepercayaan diri tinggi.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong sistem pendidikan di NTT menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat internasional. (*/rnc)