Kupang, RakyatNTT.ID Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan mendominasi ajang Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026. Kegiatan bergengsi ini digelar di Hotel Kristal Kupang, Sabtu (18/4/2026), dan menjadi panggung bagi generasi muda dalam mengampanyekan literasi serta pelestarian bahasa.

Dalam kompetisi yang diikuti 16 finalis, Undana mengirimkan tujuh perwakilan terbaik yang terdiri dari enam mahasiswa aktif dan satu alumni. Ajang yang bermitra dengan Balai Bahasa Provinsi NTT ini mengusung tiga pilar utama, yakni pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penginternasionalan bahasa Indonesia.

Puncak prestasi diraih oleh Apriani Virginia E. Kulla Dangga, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Undana, yang dinobatkan sebagai Juara 1 Duta Bahasa Putri NTT 2026. Ia berhak mewakili NTT ke tingkat nasional dengan membawa misi penguatan literasi generasi muda.

Iklan

“Ini adalah pencapaian yang sangat personal bagi saya. Sebagai perwakilan NTT ke tingkat nasional, saya siap menerima tantangan dalam memperkuat fondasi bahasa dan literasi di wilayah kita,” ujar Apriani.

Selain itu, mahasiswa Undana lainnya juga berhasil meraih berbagai posisi strategis, di antaranya:

  • Juara 2 Terbaik Putri: Mei Yanda Maharani Messakh (Ilmu Komputer FST)
  • Juara 3 Terbaik Putri: Kezia Evangelin Borotoding Malo (Fakultas Hukum)
  • Juara 3 Terbaik Putra: Marno Neno Bunda (Peternakan FPKP)
  • Juara 5 Terbaik Putri: Yourike Patricia Namah (Alumni)
  • Juara Favorit Putri: Adeline A. Valerina Carelsz (Matematika FST)

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari pihak universitas. Kepala Pokja MIPIN Undana, Elisabeth C. Sabon Doni, S.E., M.M., menyampaikan kebanggaannya atas capaian para mahasiswa yang mampu berkompetisi di tingkat provinsi.

Menurutnya, partisipasi dalam ajang Duta Bahasa bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga membawa nama baik institusi serta memperluas jejaring dan pengalaman.

“Perguruan tinggi siap memberikan dukungan penuh, baik secara finansial maupun insentif prestasi sesuai tingkatan ajang. Kami ingin mahasiswa Undana menjadi pionir dalam berbagai kompetisi,” ujarnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, para mahasiswa berprestasi ini akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan kampus, seperti menjadi pembicara hingga Master of Ceremony (MC) dalam acara resmi kemahasiswaan.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi awal dari misi pengabdian literasi bagi para pemenang. Duta Bahasa diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga motor penggerak dalam meningkatkan budaya literasi serta menjaga kelestarian bahasa daerah di tengah arus globalisasi.

Prestasi ini mempertegas posisi Undana sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten melahirkan generasi muda berprestasi, berdaya saing, dan peduli terhadap isu sosial serta kebudayaan di Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)