Tulisan ini sebagai refleksi keterpanggilan GMKI-Kupang dalam perayaan Sukacita Kebangkitan Kristus.

I. Paskah: Saat Altar Berpindah ke Jalanan

Sukacita kemenangan Paskah sering kita rayakan dengan kemegahan liturgi di dalam gedung gereja yang sejuk dan tertib. Namun tema PGI tahun ini, “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” menantang diri kita untuk menarik garis lebih radikal. Kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa teologis yang berhenti di altar melainkan suatu pembaruan eksistensial yang menarik manusia keluar dari zona nyaman menuju pergumulan kemanusiaan yang sedang merintih.

Tema GMKI tentang “Berubahlah, temukanlah kasih Allah dalam Peziarahan” bukan sekadar metafora perjalanan rohani yang indah. Ia adalah deskripsi yang tepat dari panggilan pelayanan kita di NTT hari ini: berjalan menuju tempat-tempat yang penuh luka pahit, mendengarkan yang terabaikan, dan hadir di mana kemanusiaan sedang dihancurkan.

Kedua tema ini pembaruan dari PGI dan peziarahan dari GMKI sesungguhnya adalah satu gerak yang utuh: kita berziarah demi pembaruan kemanusiaan itu. Peziarahan tanpa misi pembaruan adalah wisata rohani. Pembaruan tanpa kesediaan berziarah ke tempat yang penuh luka adalah teologi hampa.