Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Maka setiap kerja advokasi GMKI Kupang adalah persembahan yang hidup (Roma 12:1). Bukan liturgi yang selesai ketika doa berakhir, melainkan liturgi yang dimulai ketika kita meninggalkan ruang ibadah dan melangkah ke jalanan.
Penutup: Kembali ke Jalan Raya Kemanusiaan
Sukacita Paskah tahun ini kita rayakan di sebuah NTT yang masih penuh dengan tangisan. Tangisan keluarga miskin yang anak-anaknya putus sekolah karena keterbatasan biaya. Tangisan ibu yang anaknya dirampas sindikat TPPO.
Tangisan warga pelosok yang menunggu jalan dan listrik yang tak kunjung tiba. Tangisan seorang pegawai Honorer yang menerima surat pemutusan hubungan kerja tanpa pesangon. Tangisan seorang ODHA yang ditolak dari pintu ke pintu. Tangisan seorang anak yang tubuhnya dijadikan tontonan oleh predator seksual di ruang digital.
Namun di tengah semua tangisan itu, kita memiliki pengakuan iman yang harus lantang kita ucapkan: Kristus Bangkit. Dan karena Ia bangkit, kemanusiaan tidak boleh berhenti diperjuangkan. Pembaruan bukan mimpi, ia adalah janji yang sudah digenapi, yang kini menunggu tangan-tangan kita untuk mewujudkannya dalam sejarah NTT.
Marilah kita jadikan Paskah ini sebagai titik balik, titik di mana GMKI Kupang memperbarui komitmennya untuk berziarah bersama pergumulan milik sesama yang paling lemah, paling terpinggirkan, dan paling tidak terdengar di bumi Flobamora ini. Karena di sanalah altar perjumpaan kita dengan Allah.
