Ia menegaskan bahwa gereja tidak dapat berjalan sendiri dalam menjawab kompleksitas persoalan sosial. Oleh karena itu, kemitraan dengan pemerintah menjadi kunci dalam memperluas dampak pelayanan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan ketahanan sosial masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, juga dipaparkan sejumlah contoh keberhasilan kolaborasi antara GMIT dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Di antaranya dukungan terhadap pengembangan sekolah-sekolah GMIT, program pemberdayaan ekonomi jemaat berbasis komunitas, serta keterlibatan gereja dalam kampanye kesehatan dan penanganan isu sosial di tingkat desa.

Kolaborasi ini dinilai mampu memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mempercepat distribusi program pembangunan hingga ke akar rumput melalui jaringan gereja yang luas.

Sidang Majelis Klasis Amfoang Utara menjadi momentum penting untuk mempertegas arah kemitraan ke depan. Gereja dan pemerintah diharapkan terus berjalan seiring sebagai mitra strategis dalam menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat di Kabupaten Kupang. (*/rnc)