Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, secara resmi mengukuhkan empat kelompok tani di Desa Mandungo dan Desa Tanateke, Kecamatan Wewewa Selatan, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sektor agraris sekaligus mendorong ketahanan pangan berbasis desa.
Pengukuhan kelompok tani ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan di wilayah SBD.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menyampaikan apresiasi kepada para petani yang tetap konsisten mengolah lahan di tengah berbagai tantangan. Ia menegaskan bahwa tanah di Sumba Barat Daya merupakan warisan berharga yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bijak demi keberlanjutan generasi mendatang.
“Pengukuhan ini bukan sekadar mengesahkan nama kelompok, tetapi juga menguatkan harapan dan semangat gotong royong masyarakat. Visi kita adalah mewujudkan Sumba Barat Daya yang hebat, berketahanan pangan, dan berbudaya menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya, dikutip dari Dinas Kominfo SBD, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, kemandirian pangan menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa kekuatan sektor pertanian akan berdampak langsung pada kemajuan desa dan daerah secara keseluruhan.
“Ketika petani kuat, desa akan kuat. Dan ketika desa kuat, maka Sumba Barat Daya akan semakin hebat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Selaksa Sejahtera (YASERA) yang telah berperan aktif dalam mendampingi masyarakat melalui Program Ekonomi Stabil Anak Penuh Harapan (ESAH). Program ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak di wilayah pedesaan.
Adapun empat kelompok tani yang dikukuhkan yakni Kelompok Tani GKS Ombarongo, Kelompok Tani GKS Ega Ate, Kelompok Tani Stasi Kadikula, dan Kelompok Tani Ukka Erri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian SBD Yohanes Frin Tuka, Kepala BPBD sekaligus Plt. Camat Wewewa Selatan Stefanus Malo, Pemilik MBG Wee Rena Theresia Abriana Talu, jajaran pengurus YASERA, unsur Forkopincam Wewewa Selatan, serta para kepala desa setempat.
Menutup kegiatan, Bupati Ratu Wulla berpesan agar seluruh kelompok tani yang telah dikukuhkan dapat menjaga solidaritas, fokus pada pengelolaan kebun komersial, serta membuka akses pasar yang lebih luas guna meningkatkan nilai ekonomi keluarga.
“Saya berharap kelompok tani ini terus hidup, produktif, dan berkelanjutan, bukan hanya aktif saat hari pengukuhan saja,” pungkasnya. (*/rnc)
