Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, berkisar antara 2,5 hingga 4 meter, berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung serta perairan selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga NTT.

BMKG mengingatkan bahwa potensi gelombang tinggi ini dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya nelayan dan operator transportasi laut, diminta meningkatkan kewaspadaan.

Risiko tinggi dapat terjadi pada perahu nelayan jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko saat angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter. Sementara kapal ferry berpotensi terdampak jika angin mencapai lebih dari 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter.

Iklan

Adapun kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar perlu waspada saat kecepatan angin melampaui 27 knot dengan tinggi gelombang di atas 4 meter.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir agar tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi selama periode tersebut.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tulis BMKG dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026). (*/rnc)