Prof. Philiphi menjelaskan bahwa FST Undana mengerahkan tenaga ahli dari Program Studi Arsitektur dan Teknik Sipil untuk merancang dokumen teknis yang komprehensif.

Dokumen DED tersebut mencakup berbagai aspek penting seperti perhitungan struktur bangunan, spesifikasi material konstruksi, serta analisis keamanan mengingat lokasi pembangunan berada di kawasan pesisir Pulau Semau.

“PKS ini merupakan komitmen kami untuk menerjemahkan visi pemerintah daerah ke dalam rancangan teknis yang akuntabel. Aspek kekuatan struktur dan kondisi geografis Pulau Semau menjadi perhatian utama dalam perencanaan ini,” jelas Prof. Philiphi.

Sayembara Desain untuk Ikon Wisata Baru

Sebelum memasuki tahap penyusunan DED, FST Undana juga telah bekerja sama dengan Dinas PUPR Kabupaten Kupang dalam menggelar sayembara desain patung.

Kompetisi tersebut bertujuan menjaring konsep arsitektur terbaik yang mampu memadukan nilai teologis, estetika, dan lanskap alam Tanjung Batu Kong.

Desain terpilih dari sayembara tersebut kini tengah diproses secara lebih mendalam oleh tim ahli Undana untuk memastikan patung setinggi 40 meter itu memiliki nilai artistik tinggi sekaligus ketahanan struktur yang maksimal.

Dengan konsep tersebut, Patung Kristus Raja di Pulau Semau diharapkan mampu menjadi ikon pariwisata global baru bagi Kabupaten Kupang.

Dorong Ekonomi Pariwisata dan Kreatif

Keterlibatan Universitas Nusa Cendana dalam proyek ini menandai semakin kuatnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pembangunan berbasis ilmu pengetahuan di NTT.