Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Dalam satu hari saya diperkosa hingga empat kali oleh pria yang berbeda. Mereka pakai masker, jadi saya tidak kenal wajahnya, tapi suara mereka berbeda-beda,” tutur korban dengan nada bergetar.
Selain kekerasan seksual, para pelaku juga tidak memberikan makanan kepada korban. Selama empat hari, MKS hanya bertahan hidup dengan meminum air putih yang disediakan pelaku. Ia juga tidak bisa meminta bantuan karena ponsel miliknya dalam keadaan mati.
Laporan Polisi dan Proses Hukum
Keluarga korban sebelumnya telah melaporkan kehilangan anggota keluarga ke Polsek Kupang Tengah pada Minggu (15/2/2026) dan Polda NTT pada Senin (16/2/2026). Setelah korban dipulangkan oleh pelaku ke dekat rumahnya pada Kamis (19/2/2026), keluarga langsung menempuh jalur hukum.
Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani secara intensif oleh Subdit Renakta (PPA) Polda NTT. Korban telah menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang. Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengidentifikasi para pelaku.
Korban juga telah mendapatkan pendampingan dari lembaga swadaya masyarakat untuk memulihkan trauma mendalam yang dialaminya.
Rentetan Kasus Serupa di Lingkungan Sekolah
Mirisnya, kejadian yang menimpa MKS menambah daftar panjang kasus kekerasan seksual di lingkungan tersebut. Diketahui, MKS bersekolah di instansi yang sama dengan SHR (14), siswi yang sebelumnya juga menjadi korban persetubuhan oleh sekelompok pria di Kelurahan Lasiana.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

