Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Wemfried mengungkapkan sejumlah kebutuhan pokok dari Timor Leste justru lebih murah dibandingkan barang yang didatangkan dari wilayah Indonesia.
“Contohnya kopi dari mereka kalau dijual di sini sekitar Rp25.000, sementara kopi yang dari wilayah kita bisa sampai Rp40.000,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan adanya potensi transaksi bahan bakar minyak jenis solar di wilayah persawahan Netemnanu dan Naktuka.
Kurangnya pengawasan juga menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk dari Oecusse ke wilayah Amfoang Timur. Bahkan ada warga Timor Leste yang telah menetap dan membangun keluarga di wilayah Indonesia.
“Ada penduduk Timor Leste yang masuk ke wilayah Indonesia sampai sudah berkeluarga. Awalnya kami tidak tahu, ternyata karena pengawasan perbatasan lemah,” ujarnya.
Harapan Kepastian dari Pemerintah Pusat
Sebagai warga yang tinggal di wilayah perbatasan RI–Timor Leste, Wemfried berharap pemerintah pusat segera memberikan kepastian terkait batas negara.
Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan persoalan Naktuka sekaligus memberikan kesempatan kepada perwakilan masyarakat Amfoang untuk menyampaikan langsung fakta sejarah dan klaim wilayah tersebut.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

