Namun jika rotasi jabatan masih dipengaruhi oleh faktor patronase, kedekatan politik, atau kepentingan kelompok tertentu, maka publik berhak mempertanyakan kembali pertanyaan klasik dalam politik kekuasaan:

Apakah ini benar-benar reformasi birokrasi, atau sekadar pergantian pemain dalam panggung kekuasaan?

Dan pada titik itu, pertanyaan paling kritis tetap relevan untuk diajukan:

Iklan

Who’s really behind the gun? (*)