Bupati juga mengapresiasi inisiatif Keuskupan Agung Ende serta menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam mewujudkan proyek ini.

“Tidak ada karya besar yang lahir dari satu tangan saja. Ini adalah buah dari iman, solidaritas, dan gotong royong,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap proses pembangunan berjalan lancar dan dapat segera dimanfaatkan. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung, baik secara moral maupun material.

Sementara itu, Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah di wilayah Keuskupan Agung Ende yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan tersebut.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada tiga bupati di wilayah Keuskupan Agung ini yang telah mendukung pembangunan Rumah Kasih St. Vinsensius dengan caranya masing-masing,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan ini merupakan wujud nyata perhatian gereja terhadap para imam yang telah lama mengabdikan diri dalam pelayanan umat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh para bupati dari Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Ngada (Bajawa), para imam Keuskupan Agung Ende, tokoh masyarakat, Ketua DPRD Ende beserta anggota, para donatur, serta insan pers.

Pembangunan Rumah Kasih St. Vinsensius dinilai sebagai langkah konkret dalam menjaga martabat dan kesejahteraan para pelayan gereja yang telah berkontribusi besar bagi kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Ende. (rnc16)