Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Program podcast Undana Talk kembali menghadirkan kisah inspiratif dari civitas akademika Universitas Nusa Cendana (Undana).
Pada edisi terbaru Season III, Rabu (11/3/2026), platform ini menghadirkan Daniel Ariel Hadjo, mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana.
Ariel menjadi sorotan setelah berhasil meraih penghargaan Best Oral Presentation pada The 7th International Conference on Food, Nutrition, Health, and Lifestyles (NUTRICON) 2025 yang berlangsung di Bangkok, Thailand.
Melalui Undana Talk, Ariel membagikan kisah perjuangannya membawa isu ancaman mikroplastik dari wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) ke forum akademik internasional.
Membawa Isu Lokal ke Panggung Global
Dalam perbincangan santai di Undana Talk, Ariel menjelaskan bahwa risetnya berfokus pada dampak kesehatan mikroplastik, sebuah isu yang sangat relevan dengan kondisi geografis NTT sebagai wilayah kepulauan.
Penelitian tersebut disusun di bawah bimbingan Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi. Riset ini menyoroti potensi bahaya jangka panjang dari sampah plastik terhadap kesehatan manusia, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.
“Dampak negatif mikroplastik tidak akan terasa dalam jangka pendek, namun efeknya akan muncul pada generasi berikutnya. Di forum internasional, saya menunjukkan foto nyata kondisi pantai di NTT sebagai representasi perang yang sedang kami hadapi saat ini terhadap sampah plastik,” ungkap Ariel.
Penelitian tersebut tidak hanya membahas aspek hematologi atau kondisi darah, tetapi juga mengungkap potensi risiko mikroplastik terhadap sistem kardiovaskular, paru-paru, hingga temuan medis terbaru yang menunjukkan keberadaan mikroplastik pada plasenta ibu hamil.
Paparan yang komprehensif tersebut menarik perhatian para akademisi dunia. Bahkan salah satu profesor internasional langsung mengajak Ariel untuk menjajaki peluang kerja sama penelitian lingkungan di masa depan.
Satu-satunya Mahasiswa Sarjana di Antara Profesor Dunia
Keberhasilan Ariel semakin menginspirasi karena ia merupakan satu-satunya mahasiswa jenjang sarjana di antara para profesor dan peneliti senior dunia yang mengikuti konferensi tersebut.
Prestasi meraih Best Oral Presentation menunjukkan bahwa mahasiswa Undana memiliki daya saing yang tidak kalah dengan akademisi internasional.
Partisipasi mahasiswa dalam forum global seperti NUTRICON juga dipandang sebagai bentuk nyata dari program “Undana Berdampak”, di mana penelitian kampus mampu memberikan kontribusi bagi isu-isu global.
Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi akademik internasional serta memperkuat jejaring ilmiah bagi Universitas Nusa Cendana.
Skala Prioritas jadi Kunci Produktivitas
Di tengah kesibukan studi kedokteran yang padat, Ariel juga membagikan tips manajemen waktu kepada mahasiswa melalui Undana Talk.
Ia menekankan pentingnya menggunakan kuadran skala prioritas untuk menentukan aktivitas yang benar-benar penting dan mendesak.
“Langkah medis yang paling krusial sebelum dampak meluas adalah promotif dan preventif. Strategi ini harus diterapkan sebelum persoalan sampah plastik semakin meningkat di wilayah kita,” jelasnya.
Ariel juga berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam memperkuat kebijakan pengelolaan sampah, khususnya di wilayah pesisir dan perkotaan.
Undana Talk jadi Wadah Praktik Baik
Kehadiran Daniel Ariel Hadjo dalam Undana Talk menegaskan komitmen Universitas Nusa Cendana untuk menghadirkan praktik baik dan cerita inspiratif dari dunia akademik kepada masyarakat luas.
Melalui platform ini, berbagai inovasi, penelitian, serta prestasi mahasiswa dan dosen dapat didiseminasikan secara luas sehingga memberikan dampak sosial bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat.
Sebagai informasi, NUTRICON merupakan konferensi internasional tahunan yang mempertemukan para peneliti dari berbagai negara di bidang gizi, pangan, kesehatan, dan gaya hidup.
Keberhasilan Ariel di forum tersebut membuktikan bahwa riset berbasis kearifan lokal NTT mampu bersaing dan memberikan kontribusi penting di tingkat global. (*/rnc)
