“Kita harus menjaga suasana kampus tetap aman dan kondusif, baik di tingkat daerah maupun nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof Jefry mengajak seluruh civitas akademika untuk tetap semangat dalam menjalankan aktivitas akademik serta membangun kehidupan kampus yang harmonis.

Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis kemanusiaan dalam setiap kebijakan dan program kampus, dengan menjadikan manusia sebagai faktor utama dalam pembangunan pendidikan.

Iklan

“Sudah saatnya Undana mengedepankan manusia dalam setiap kebijakan dan program. Dalam bahasa akademik, manusia adalah faktor produksi yang paling penting,” tegasnya.

Rektor juga menegaskan bahwa ke depan, Undana harus menjadi kampus tanpa sekat, di mana tidak ada batas antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.

“Bahasa akademik kita harus membumi dan menyatukan. Tidak boleh ada sekat antara pimpinan, staf, dosen, maupun mahasiswa,” pungkasnya. (rnc04)