Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Korban diketahui merupakan siswa kelas 1 SD yang saat itu sedang bermain bersama teman-temannya.
Bangunan Sudah Lama Tidak Digunakan
Yakobus mengungkapkan bahwa bangunan yang ambruk tersebut sudah tidak digunakan sejak tahun 2023 dan rencananya akan dibongkar, namun belum direalisasikan.
“Gedung ini dibangun tahun 1991, sudah berusia lebih dari 30 tahun. Sudah dua tahun tidak dipakai dan sudah pernah dibahas untuk dibongkar, tapi belum dilakukan,” ujarnya.
Total 9 Anak jadi Korban
Tenaga kesehatan dari Puskesmas Nulle, Mateus Fernandez, menyebutkan bahwa saat kejadian terdapat sembilan anak yang berada di lokasi.
“Sebanyak sembilan anak bermain di dalam gedung. Satu meninggal dunia di tempat, dua dirujuk ke RSUD SoE, dan enam lainnya tidak mengalami luka fisik namun mengalami trauma,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat kejadian hujan gerimis dan anak-anak berteduh di dalam bangunan sambil bermain bola dan roda ban bekas. Runtuhnya bangunan terjadi secara tiba-tiba.
“Bangunan tidak roboh perlahan, tapi langsung jatuh dengan satu bunyi keras,” tambahnya.
Identitas Korban
Korban Meninggal Dunia:
- Nama: Noldi Kause
- Umur: 9 tahun
- Status: Siswa kelas 1 SD Inpres Oepula
Korban Luka Berat:
- Nama: Juliana Nenohai
- Umur: 13 tahun
- Status: Pelajar SMP
- Luka: Jahitan 4 di kepala belakang dan 8 di lutut kanan
Korban Luka Ringan:
- Nama: Mikael Jekson Nenoliu
- Umur: 9 tahun
- Luka: Lecet pada betis kiri dan punggung
Peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait kondisi bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai namun belum ditangani, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan warga, khususnya anak-anak. (rnc26)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

