So’E, RakyatNTT.ID Salah satu bangunan SD Inpres Oepula di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), ambruk rata dengan tanah pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 17.30 WITA, menjelang waktu magrib.

Peristiwa tragis ini menewaskan satu orang siswa dan melukai dua lainnya. Saat kejadian, sejumlah anak sedang bermain di dalam bangunan yang sudah tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi, suara dentuman keras terdengar dari arah sekolah sekitar pukul 17.30 WITA. Saksi yang berada di sekitar lokasi langsung berlari menuju sumber suara dan mendapati bangunan sekolah telah roboh.

Iklan

Yakobus Nenoliu, salah satu guru SD Inpres Oepula, mengaku menjadi orang pertama yang mendengar dan melihat kejadian tersebut.

“Tidak ada angin, hanya gerimis sedikit saja. Saya sedang di rumah, lalu dengar bunyi gedung roboh satu kali, disertai teriakan anak-anak,” ungkap Yakobus kepada RakyatNTT.ID.

Rumah Yakobus diketahui berada tepat di depan sekolah. Saat tiba di lokasi, ia mendapati salah satu korban tertindih reruntuhan tiang bangunan.

“Saya langsung fokus ke korban. Posisi kepala di bawah dan kaki di atas, tertindih tiang bagian depan. Korban meninggal di tempat,” jelasnya.