Kupang, RakyatNTT.ID Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar diskusi publik untuk membedah polemik pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada, Kamis (12/3/2026).

Diskusi yang mengangkat tema “Sengkarut Birokrasi dan Relasi Kuasa” ini menyoroti pelantikan Capistrano Watu Ngebu oleh Bupati Ngada yang dinilai memicu ketegangan administratif dan politik di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc.

Diskusi menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Prof. Dr. William Djani, M.Si. (Pakar Administrasi Publik), Dr. Drs. Josef Nae Soi, MM (Politisi dan Mantan Wakil Gubernur NTT), serta Dr. Rudi Rohi, SH., M.Si. (Pengamat Politik).

Para akademisi sepakat bahwa polemik ini bukan sekadar persoalan administratif, tetapi juga berkaitan dengan benturan relasi kekuasaan yang berpotensi mengganggu pelayanan publik.

Lemahnya Komunikasi Politik

Mantan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menilai polemik pelantikan Sekda Ngada menunjukkan lemahnya koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.