“Mereknya yang biasanya dicari. Sudah bermerek, harganya murah lagi,” katanya.

Pedagang lainnya, Mamang, juga menyebutkan bahwa desain unik dan harga murah menjadi faktor utama yang membuat produk ini diminati.

“Kalau impor bekas itu desainnya unik, yang tidak ada di produksi lokal,” ujarnya.

Faktor Harga dan Kualitas

Selain desain, faktor harga dan kualitas juga menjadi alasan pembeli memilih lingerie bekas impor.

Mamang menilai kualitas produk impor umumnya lebih baik dibanding produk lokal.

“Kalau lokal kadang cepat melar, kalau impor biasanya lebih awet dan ukurannya cenderung lebih besar,” jelasnya.

Salah satu pembeli, Dewi, juga mengaku membeli lingerie impor bekas karena ukuran yang lebih bervariasi.

“Ukuran lebih banyak pilihannya dan biasanya lebih besar,” kata Dewi.

Selain ukuran, desain yang unik juga menjadi alasan lain yang membuatnya tertarik.

“Desainnya lumayan unik dan tidak gampang melar,” tambahnya.

Meski demikian, Dewi mengakui harga murah tetap menjadi daya tarik utama.

“Dengan Rp70.000 sudah bisa dapat merek ternama. Di tempat lain sulit dapat harga seperti itu,” pungkasnya. (*/rnc)