Melalui pendekatan edukasi dan insentif, gerakan tersebut kini telah menjangkau sekitar 3.000 kepala keluarga di 19 kelurahan di Kota Kupang.

“Hasil dari pengelolaan sampah ini bahkan bisa membantu kebutuhan rumah tangga hingga biaya pendidikan anak,” jelasnya.

Selain diskusi, kegiatan juga diisi dengan sesi refleksi dan mini lokakarya penyusunan kampanye media sosial bertema IWD 2026. Peserta merumuskan pesan-pesan penting terkait keterlibatan perempuan dalam pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim.

Iklan

Lucy Dickinson berharap kegiatan ini mampu melahirkan gerakan nyata yang berkelanjutan dari kalangan mahasiswa.

“Perempuan muda adalah pemimpin masa depan. Ketika mereka diberi ruang dan kesempatan, perubahan besar pasti terjadi,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Program SIAP SIAGA berharap dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus mendorong lahirnya narasi positif tentang kepemimpinan perempuan dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi krisis bencana dan perubahan iklim. (*/rnc)