Rumah yang dibangun sejak tahun 1986 atau hampir berusia 40 tahun itu dihuni oleh empat kepala keluarga, yang sebagian besar merupakan warga lanjut usia.

Kepala Dusun Langkas yang mendampingi tim BPBD mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sudah tidak layak dihuni.

“Kondisi rumah sudah tidak layak huni lagi. Para lansia di sini kesulitan bergerak, apalagi jika cuaca kembali memburuk. Kami berharap pemerintah segera memberikan perhatian,” ujarnya.

Dipicu Cuaca Ekstrem

Sekretaris Desa Benteng Tubi, Agustinus Ganggar, menjelaskan bahwa kerusakan bangunan dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal hingga pertengahan Maret 2026.

Menurutnya, intensitas hujan dan angin yang tinggi memperparah kondisi rumah-rumah warga yang sebagian besar sudah berusia tua.

“Kita tidak menyangka intensitas angin dan hujan akan sebesar itu. Sebagian rumah di desa ini memang sudah cukup tua dan membutuhkan perawatan,” jelasnya.

Pemerintah desa sebenarnya telah berupaya membantu warga melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun, program tersebut memiliki persyaratan tertentu, termasuk kesiapan material dasar dari warga untuk membangun rumah baru.

“Kapasitas desa terbatas, sehingga peninjauan dari BPBD ini menjadi harapan besar bagi kami untuk mendapatkan bantuan yang lebih komprehensif,” tambah Agustinus.

BPBD Lakukan Pendataan Bantuan

Setelah melakukan peninjauan lapangan, tim BPBD Kabupaten Manggarai menyatakan akan melakukan pendataan dan analisis lebih lanjut sebelum menentukan langkah penanganan.