“Toleransi antarumat beragama di Kabupaten Manggarai adalah kekayaan sekaligus fondasi utama pembangunan daerah yang harus terus kita rawat bersama,” tambahnya.

Bupati juga menyampaikan doa agar seluruh umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa diberikan kelancaran dan keberkahan hingga akhir Ramadan.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana menjadi lebih khidmat.

Menjelang waktu berbuka, Ketua Pengadilan Agama Ruteng Mahmud Hadi Riyanto, S.H.I., M.H., menyampaikan tausiah mengenai makna dan esensi ibadah puasa.

Menurutnya, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih pengendalian diri, kedisiplinan, serta memperkuat empati sosial.

“Puasa sejatinya mengajarkan kita tentang pengendalian diri, kedisiplinan, dan empati sosial. Esensi Ramadan adalah bagaimana kita membersihkan hati dan pikiran sehingga semangat melayani masyarakat dapat terus ditingkatkan dengan penuh keikhlasan,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri serta memperkuat sinergi dan kepedulian sosial.

Suasana kebersamaan mencapai puncaknya saat azan Magrib berkumandang. Para tamu undangan kemudian bersama-sama membuka puasa dengan menikmati takjil yang telah disiapkan, sebelum melaksanakan shalat Magrib berjemaah.