Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sejak dimulainya operasi militer pada akhir Februari, AS dilaporkan telah menyerang sekitar 9.000 target di Iran. Dalam konflik tersebut, 13 tentara AS dilaporkan tewas, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka, termasuk beberapa yang sempat dalam kondisi serius.
Di tengah eskalasi konflik, Gedung Putih menegaskan bahwa semua opsi masih terbuka.
“Presiden Trump selalu memiliki semua opsi militer yang dapat digunakan,” ujar juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, Rabu (26/3/2026).
Meski demikian, peningkatan kekuatan militer ini juga menghadapi tantangan politik di dalam negeri. Dukungan publik terhadap aksi militer terhadap Iran masih relatif rendah, sehingga setiap keputusan untuk memperluas operasi, terutama pengerahan pasukan darat, berpotensi memicu tekanan politik bagi pemerintahan Trump. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

