Washington, RakyatNTT.ID Amerika Serikat (AS) dilaporkan bersiap mengirim ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, meskipun Presiden Donald Trump menyebut masih ada peluang untuk membuka jalur diplomasi.

Mengutip laporan Reuters, Pentagon berencana mengerahkan sekitar 3.000 hingga 4.000 personel dari Divisi Lintas Udara ke-82, satuan elit yang dikenal memiliki kemampuan mobilisasi cepat. Pasukan tersebut saat ini berbasis di Fort Bragg, Carolina Utara.

Namun hingga kini, belum ada kepastian terkait lokasi tujuan maupun waktu pengerahan pasukan ke kawasan Timur Tengah.

Iklan

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan militer AS, termasuk membuka kemungkinan operasi yang lebih luas jika diperlukan, bahkan hingga ke wilayah Iran. Meski demikian, sumber internal menegaskan belum ada keputusan final untuk mengirim pasukan darat langsung ke Iran.

Sebelumnya, AS juga telah mengirim ribuan Marinir dan personel angkatan laut melalui kapal serbu amfibi USS Boxer ke kawasan tersebut. Dengan tambahan terbaru ini, total kekuatan militer AS di Timur Tengah yang sebelumnya mencapai sekitar 50.000 personel diperkirakan akan terus bertambah.

Sejak dimulainya operasi militer pada akhir Februari, AS dilaporkan telah menyerang sekitar 9.000 target di Iran. Dalam konflik tersebut, 13 tentara AS dilaporkan tewas, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka, termasuk beberapa yang sempat dalam kondisi serius.

Di tengah eskalasi konflik, Gedung Putih menegaskan bahwa semua opsi masih terbuka.

“Presiden Trump selalu memiliki semua opsi militer yang dapat digunakan,” ujar juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, Rabu (26/3/2026).

Meski demikian, peningkatan kekuatan militer ini juga menghadapi tantangan politik di dalam negeri. Dukungan publik terhadap aksi militer terhadap Iran masih relatif rendah, sehingga setiap keputusan untuk memperluas operasi, terutama pengerahan pasukan darat, berpotensi memicu tekanan politik bagi pemerintahan Trump. (*/rnc)