Warganet pun mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pihak penyedia makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Polisi dan Camat akan Turun Tangan

Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolsek Fatuleu, Iptu Markus Tameno, SH, membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi di wilayah hukum Polsek Fatuleu.

“Iya memang benar. Besok ini (Kamis, 26/2/2026) kami akan bersama dengan Camat dan tim lainnya untuk turun ke lokasi. Kita akan menindaklanjuti hal itu,” ujarnya.

Dari informasi sementara, SPPG yang menjalankan program MBG diketahui melayani sejumlah sekolah dan posyandu di wilayah Kecamatan Fatuleu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Fatuleu belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan produksi makanan yang tidak layak konsumsi tersebut.

Pihak kepolisian bersama pemerintah kecamatan dijadwalkan melakukan peninjauan langsung guna memastikan kondisi di lapangan sekaligus mendalami proses distribusi dan pengawasan makanan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat. (rnc04)