Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat layanan kesehatan dan pendidikan dengan menargetkan Rumah Sakit Umum (RSU) Undana beroperasi secara penuh serta menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan pada tahun 2026.

Sebagai langkah konkret, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., melakukan kunjungan lapangan sekaligus rapat koordinasi intensif bersama manajemen RSU Undana, Selasa (3/2/2026).

Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan menyeluruh rumah sakit, mulai dari fasilitas fisik, legalitas operasional, hingga pemenuhan standar pelayanan kesehatan publik dan rumah sakit pendidikan.

Iklan

Revitalisasi Gedung dan Pengadaan Alat Medis

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undana, Prof. Dr. Paul Gabriel Tamelan, M.Si., mengungkapkan bahwa pihak universitas telah mengajukan proposal revitalisasi senilai Rp6,5 hingga Rp7 miliar ke Kementerian Kesehatan.

Anggaran tersebut diprioritaskan untuk perbaikan fisik gedung RSU Undana serta pengadaan alat-alat medis yang masih belum lengkap.

“Penguatan fasilitas dan sumber daya menjadi fokus utama kami. Ini merupakan syarat mutlak agar RSU Undana mendapat kepercayaan dari BPJS Kesehatan dan masyarakat luas sebagai penyedia layanan medis yang berkualitas,” ujar Prof. Paul.

Perpanjangan Izin Operasional dan Standar BPJS

Direktur RSU Undana, dr. Efrisca M. Damanik, M.M., menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah memproses perpanjangan izin operasional rumah sakit yang berakhir pada 2 Februari 2026.

Meski RSU Undana telah didukung tenaga dokter spesialis, pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) masih menjadi pekerjaan rumah utama sebelum kerja sama BPJS dapat direalisasikan.

“BPJS Kesehatan pada prinsipnya sudah menyatakan kesediaan bekerja sama. Namun ada standar sarpras dan alat medis yang wajib dipenuhi. Kami berkomitmen mempercepat pemenuhan seluruh persyaratan tersebut,” jelas dr. Efrisca.

Keselamatan Pasien jadi Prioritas Utama

Dalam sesi diskusi dan jaring pendapat, para dokter spesialis menegaskan bahwa operasional rumah sakit tidak boleh hanya berorientasi pada kontrak administratif, melainkan harus menjamin keselamatan pasien secara nyata.

Ketersediaan listrik dan air selama 24 jam, terutama saat tindakan operasi, disebut sebagai aspek krusial yang tidak bisa ditawar.

Merespons masukan tersebut, Rektor Undana menegaskan bahwa mutu pelayanan dan keselamatan pasien merupakan identitas utama RSU Undana.

“Saya ingin RSU Undana menjadi yang terbaik di NTT. Kunci rumah sakit itu ada pada pelayanan. Mutu dan keselamatan pasien harus menjadi perhatian utama,” tegas Prof. Jefri.

Ia menargetkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat dituntaskan pada tahun ini, serta dalam lima tahun ke depan RSU Undana mampu mandiri secara finansial sebagai pusat layanan kesehatan dan pendidikan strategis di Nusa Tenggara Timur.

“Tahun ini harus ada perubahan signifikan, baik dari sisi manajemen maupun fasilitas. RSU Undana harus tumbuh menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya. (*/rnc)