Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Meski RSU Undana telah didukung tenaga dokter spesialis, pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) masih menjadi pekerjaan rumah utama sebelum kerja sama BPJS dapat direalisasikan.
“BPJS Kesehatan pada prinsipnya sudah menyatakan kesediaan bekerja sama. Namun ada standar sarpras dan alat medis yang wajib dipenuhi. Kami berkomitmen mempercepat pemenuhan seluruh persyaratan tersebut,” jelas dr. Efrisca.
Keselamatan Pasien jadi Prioritas Utama
Dalam sesi diskusi dan jaring pendapat, para dokter spesialis menegaskan bahwa operasional rumah sakit tidak boleh hanya berorientasi pada kontrak administratif, melainkan harus menjamin keselamatan pasien secara nyata.
Ketersediaan listrik dan air selama 24 jam, terutama saat tindakan operasi, disebut sebagai aspek krusial yang tidak bisa ditawar.
Merespons masukan tersebut, Rektor Undana menegaskan bahwa mutu pelayanan dan keselamatan pasien merupakan identitas utama RSU Undana.
“Saya ingin RSU Undana menjadi yang terbaik di NTT. Kunci rumah sakit itu ada pada pelayanan. Mutu dan keselamatan pasien harus menjadi perhatian utama,” tegas Prof. Jefri.
Ia menargetkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat dituntaskan pada tahun ini, serta dalam lima tahun ke depan RSU Undana mampu mandiri secara finansial sebagai pusat layanan kesehatan dan pendidikan strategis di Nusa Tenggara Timur.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

