Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) menerima kunjungan audiensi dari Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka penjajakan kerja sama strategis, Jumat (6/2/2026). Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Rektor Undana dan membahas penguatan stabilitas serta kondusivitas lingkungan kampus.

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, didampingi jajaran Wakil Rektor, menyambut langsung kehadiran Kepala BIN Daerah (Kabinda) NTT, Eko Hassep Nurgito, S.Pd., M.Pd. Audiensi ini menjadi ruang diskusi awal untuk membangun sinergi antara dunia akademik dan lembaga negara dalam mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Dalam suasana diskusi yang hangat, Prof. Jefri Bale menegaskan pentingnya kerja sama tersebut guna memastikan seluruh aktivitas akademik di Undana berjalan aman dan kondusif. Ia menyoroti perlunya pendampingan khusus bagi mahasiswa, serta pengawasan terhadap aktivitas mahasiswa dan tenaga kerja asing agar tetap selaras dengan izin dan kepentingan akademik.

“Keberadaan tenaga asing memang kita butuhkan karena keahlian mereka, namun perlu diselaraskan agar aktivitasnya termonitor dan memastikan tanggung jawab mereka sepenuhnya hanya di Undana,” tegas Prof. Jefri.

Selain isu internal kampus, Rektor Undana juga menekankan urgensi kolaborasi yang menyentuh langsung aspek kemasyarakatan sebagai wujud nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.

Ia mendorong sinergi Undana dan BIN NTT dalam menindaklanjuti arahan Presiden terkait pengelolaan lingkungan melalui rencana aksi bersama, seperti kegiatan pembersihan wilayah tertentu yang melibatkan mahasiswa dan personel BIN.

Lebih lanjut, Prof. Jefri berharap BIN dapat menjadi mitra strategis dalam memberikan penguatan motivasi serta wawasan kebangsaan kepada mahasiswa. Upaya ini dinilai penting untuk memitigasi penyebaran narasi provokatif yang berpotensi mengganggu kondusivitas sosial di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kabinda NTT Eko Hassep Nurgito mengapresiasi keterbukaan Undana sebagai mitra strategis. Ia menilai terdapat ruang besar untuk kolaborasi, khususnya dalam kegiatan Tridarma yang bersifat sosialisasi program-program prioritas pemerintah.

“Program yang diprioritaskan pemerintah sebenarnya memiliki manfaat besar, namun sering kali belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Di sinilah kita perlu hadir bersama untuk memberikan pencerahan,” ujar Eko.

Ia juga menambahkan bahwa sikap kritis mahasiswa merupakan hal positif dalam kehidupan akademik, namun perlu diarahkan agar tetap berada pada koridor yang konstruktif dan membangun.

Audiensi tersebut diakhiri dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti berbagai poin kerja sama yang telah dibahas. Pertemuan ini sekaligus menandai babak baru sinergi antara Undana dan BIN NTT dalam mengawal kondusivitas wilayah melalui pendekatan akademis dan pengabdian masyarakat yang terukur. (*/rnc)