Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Bantuan sudah banyak, tapi pertanyaannya apakah sampai ke yang berhak? Aparat desa harus lebih peduli, proaktif, dan bekerja dengan hati,” tegasnya.
Sinergi Lintas Sektor Lawan Kemiskinan
Rapat evaluasi ini menunjukkan komitmen kuat lintas sektor dalam memerangi kemiskinan di NTT. Kepolisian, Kejaksaan, dan BPS berkomitmen memperkuat pengawasan pendataan agar tidak terjadi manipulasi. LLDIKTI siap menurunkan ribuan mahasiswa untuk membantu pendataan dan pemberdayaan masyarakat.
TP PKK akan menghidupkan kembali peran dasa wisma di tingkat desa, sementara para tokoh agama berkomitmen membangun kesadaran sosial melalui mimbar keagamaan. Dukungan juga datang dari lembaga keuangan dan dunia usaha untuk memperkuat literasi keuangan dan kemandirian ekonomi masyarakat miskin.
Langkah Konkret Pemprov NTT
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan sejumlah langkah konkret hasil rapat, di antaranya:
- Pembaruan data warga miskin secara terpadu dipimpin Dukcapil.
- Penegakan hukum terhadap manipulasi data kemiskinan.
- Pemeriksaan ulang data PBI bidang kesehatan.
- Penguatan pranata sosial dan keagamaan.
- Pembentukan Gerakan “Sapa Peduli Bantu” sebagai solidaritas sosial NTT.
- Aktivasi layanan konseling di sekolah-sekolah.
- Kolaborasi dengan sektor swasta untuk dana sosial tanggap darurat.
“Kita mengakui bahwa kita salah, dan karena itu kita bertekad memperbaiki diri. Jadikan tragedi ini sebagai alarm kemanusiaan agar tidak ada lagi anak di NTT yang putus asa karena kemiskinan,” tutup Gubernur. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

