Kupang, RakyatNTT.ID Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Evaluasi Pendataan dan Program Bagi Orang Miskin sebagai tindak lanjut atas meninggalnya YBR (10), siswa kelas IV SD asal Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Tragedi ini mengguncang nurani publik dan menjadi pengingat keras tentang rapuhnya sistem perlindungan sosial bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Rapat berlangsung secara luring dan daring di Ruang Rapat Gubernur NTT, Jumat (7/2/2026), sejak siang hingga sore hari. Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan Plh Sekda NTT Flori Rita Wuisan.

Iklan

Hadir dalam rapat tersebut Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan Hoiruddin Hasibuan, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, Bupati dan Wakil Bupati se-NTT atau perwakilan, tokoh agama, serta insan pers.

Gubernur NTT: Kita Semua Perlu Berbenah

Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa kematian YBR merupakan pukulan moral bagi seluruh pemimpin dan pemangku kepentingan di NTT. Ia menyebut tragedi ini harus menjadi momentum untuk membenahi sistem penanganan kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan.