Ia mengabadikan bukan hanya perjalanan, tetapi juga pengabdian, dengan kesadaran penuh akan nilai dan martabat subjek yang ia ceritakan.

Sebagai pelancong, Valentino adalah pengamat yang setia. Ia mengabadikan tempat-tempat dengan potensi wisata, keunikan alam, penginapan-penginapan sederhana namun nyaman di kawasan pariwisata, serta potensi lokal yang sering luput dari perhatian. Ia merekam ritus budaya, tradisi, aktivitas ekonomi, kewirausahaan lokal, hasil panen, kehidupan nelayan, petani, perajin, dan seniman.

Semua itu ia sajikan dengan sudut pandang yang hangat menampilkan keakraban, kekeluargaan, dan kemanusiaan. Ia kerap tampak melancong sendirian, namun dari kesendiriannya lahir cerita-cerita yang menyatukan banyak orang.

Salah satu hal yang sangat membekas bagi saya adalah keterlibatannya dalam Shoes for Flores. Saya sendiri pernah mencoba melamar sebagai relawan, namun gagal karena keterbatasan waktu dan tugas.

Dari pengamatan saya, komunitas ini bukan sekadar gerakan sosial, melainkan sebuah rumah yang menampung para pejuang dari berbagai latar belakang profesi dan passion. Karya mereka menjangkau pelosok dan golongan, menghadirkan bantuan nyata bagi sesama. Di sana saya melihat bagaimana Valentino menempatkan kemanusiaan sebagai pusat dari segala gerakannya.