Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Peristiwa bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di penghujung tahun 2025 ini mengundang kita untuk bermenung dan berefleksi atas sikap dan tindakan kita selama ini terhadap lingkungan dan alam semesta sebagai rumah bersama ini. Fenomena alam berupa banjir dan tanah longsor seperti yang menimpah Sumatera bagian Utara dan Barat, tentu saja tidak berdiri sendiri tetapi berkelindan dengan cara kita memperlakukan alam selama ini. Kita diajak bermenung, berserah diri sepenuhnya pada Allah yang Mahakuasa seraya instrospeksi diri atas semua sikap dan perilaku kita selama ini. Mungkin kita lalai menjaga dan merawat alam ciptaan ini sebagai rumah bersama.
Mungkin kita abai sehingga teledor merusak ibu pertiwi ini. Kini tiba saatnya untuk berefleksi dan meneguhkan
langkah untuk bertobat, memperbaharui diri dan mengubah kelakuan kita, khususnya kerelaan dan keberanian menjaga, merawat dan mencintai lingkungan sekitar, alam ciptaan, hutan, sungai, laut, selokan dan pekarangan rumah kita masing-masing. Sampah tidak kita biarkan berserakan di mana-mana tetapi kita ubah sampah menjadi berkat. Pekarangan rumah kita jaga dan hijaukan sehingga menciptakan lingkungan yang ramah dan harmonis. Hutan jangan kita gunduli, sungai dan laut jangan kita cemari. Tetapi kita jaga dan pelihara dengan sepenuh hati.



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

