Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kenaikan tajam pada belanja K/L dipicu oleh peningkatan bantuan sosial (bansos) serta ekspansi besar-besaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Realisasi bansos hingga Januari 2026 tercatat Rp9,5 triliun, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan Januari 2025 yang hanya sebesar Rp4,1 triliun.
“Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian dan lembaga telah belanja Rp55,8 triliun. Jika dibandingkan Januari 2025, belanjanya baru Rp24,4 triliun, terutama pada belanja bansos. Tahun ini belanja bansos mencapai Rp9,5 triliun, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu sebesar Rp4,1 triliun,” terang Suahasil.
Program MBG Melejit, SPPG Tembus 23 Ribu Unit
Selain bansos, lonjakan belanja barang juga dipengaruhi oleh percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Transformasi program ini terlihat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada Januari 2025 hanya terdapat 246 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan 549 ribu penerima manfaat, maka per Januari 2026 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 23.000 unit SPPG yang melayani lebih dari 60 juta penerima.
Dari sisi anggaran, realisasi MBG melonjak drastis dari Rp45 miliar pada Januari 2025 menjadi Rp19,5 triliun pada Januari 2026.
