Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Oelamasi, RakyatNTT.ID – Derita rakyat Amfoang di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kian memprihatinkan. Di saat banyak daerah lain telah menikmati listrik stabil, jalan raya beraspal, dan jaringan telekomunikasi memadai, Amfoang justru seperti wilayah terdepan Indonesia yang terlupakan.
Wilayah yang terdiri dari enam kecamatan ini masih jauh dari pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan. Minimnya akses jalan, listrik, pendidikan, hingga layanan kesehatan menjadi persoalan sehari-hari warga.
Berdasarkan penelusuran, hampir seluruh desa di enam kecamatan Amfoang belum sepenuhnya menikmati pembangunan sejak Indonesia merdeka pada 1945.
Amfoang Selatan: Tiga Desa tanpa Jalan dan Listrik
Kecamatan Amfoang Selatan berjarak sekitar 112 kilometer dari Kota Kupang dan 76,3 kilometer dari Oelamasi. Infrastruktur jalan hotmix dan lapen hanya bisa dinikmati di Kelurahan Lelogama sebagai pusat kecamatan.
Tiga desa masih menghadapi kondisi paling memprihatinkan. Desa Oelbanu belum memiliki akses jalan memadai. Sementara Desa Fatusuki dan Fatumetan bahkan belum tersentuh pembangunan jalan layak. Kendaraan roda empat sulit melintas ke dua desa tersebut.
Tak hanya itu, kedua desa ini juga belum menikmati akses listrik dan jaringan telekomunikasi.
Amfoang Tengah: Pegunungan Mutis dengan Jalan Minim
Berjarak 118 kilometer dari Kota Kupang dan 91 kilometer dari Oelamasi, Amfoang Tengah terdiri dari Desa Bitobe, Binafun, Bonmuti, dan Fatumonas. Wilayah ini berada di kawasan pegunungan Mutis-Timau.
