Akses darat yang rusak membuat mobilitas warga terhambat, terutama untuk kebutuhan ekonomi dan layanan dasar.

Amfoang Timur: Bergantung pada Kabupaten Tetangga

Amfoang Timur merupakan wilayah perbatasan dengan Oekusi, Republik Demokratik Timor Leste, sekaligus berbatasan dengan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU).

Ironisnya, warga Amfoang Timur harus memutar melalui jalur Trans Sabuk Merah ke Eban (TTU), lalu menuju Mollo Utara (TTS) hingga terhubung ke Jalur Timor Raya di So’E untuk mencapai Kupang.

Artinya, kecamatan yang berada di Kabupaten Kupang ini justru bergantung pada infrastruktur dua kabupaten tetangga untuk mengakses ibu kota provinsi. Desa Nunuana bahkan masih terisolir karena warga harus menyusuri sungai.

Dermaga Naikliu Tak Beroperasi, Warga Kian Terjepit

Kesulitan warga Amfoang semakin diperparah dengan tidak beroperasinya transportasi laut melalui penyebrangan feri dan kapal Pelni dalam dua tahun terakhir, meski Dermaga Naikliu tersedia.

Kondisi ini membuat Amfoang yang masuk kategori wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) semakin terisolir.

Potret infrastruktur Amfoang Kabupaten Kupang ini menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang lebih adil dan merata, agar masyarakat di wilayah terdepan Indonesia tidak terus hidup dalam keterbatasan akses dasar. (rnc04)