Selain itu, ada juga program Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), program Padat Karya Desa, dan Program Desa Nelayan.

Cara Sederhana Mengenali Warga Miskin

Dalam perspektif Ilmu Pemerintahan (Kibernologi), Alfred Zacharias menjelaskan tiga indikator sederhana untuk mengenali kondisi kesejahteraan warga dalam kesehariannya.

“Pertama; jemuran pakaian – kalau pakaian yang dijemur selalu itu-itu saja, menandakan keterbatasan sandang dan daya beli. Kedua; kondisi anjing peliharaan – anjing yang kurus mencerminkan keterbatasan pangan, karena jika pangan cukup, hewan peliharaan pun terjamin makannya. Ketiga; halaman rumah – halaman yang dipenuhi tanaman dan bunga menunjukkan ketersediaan air yang cukup,” jelas Alfred.

Pemimpin Harus Menjadi Pamong, bukan Pangreh

Alfred menegaskan bahwa seorang pemimpin, mulai dari kepala daerah, camat, kepala desa/lurah, hingga ketua RT dan RW, sejatinya berfungsi sebagai pamong masyarakat. Pemimpin dituntut mengetahui secara detail kehidupan warganya.

“Ibarat selembar daun jatuh atau seekor tokek berbunyi, seorang pemimpin wilayah pun harus mengetahuinya,” ungkap Ketua Diaspora Rote Ndao ini.

Sebaliknya, jika pemimpin bersikap abai, tidak peduli, tidak solutif, dan gagal mengayomi kebutuhan dasar masyarakat, maka ia telah memposisikan diri sebagai pangreh praja, bukan pamong praja.