Ia menyebutkan, kendaraan roda empat sangat sulit melintas akibat kerusakan jalan, ditambah sejumlah sungai yang tidak dapat dilewati saat musim hujan karena debit air yang tinggi.

“Di Fatuleu Barat ada Kali Siumolo yang sering meluap. Kondisi diperparah dengan ambruknya Jembatan Termanu dan Kapsali di Amfoang Barat Daya. Belum lagi warga harus melintasi Kali Ta’en untuk menuju Amfoang Barat Laut. Ini sangat parah dan menghambat distribusi barang serta mobilitas penduduk,” jelasnya.

Harga Sembako Melonjak

Agus menambahkan, persoalan infrastruktur ini juga berdampak langsung pada ketersediaan dan harga bahan pokok. Warga terpaksa membeli sembako dengan harga jauh di atas standard karena terhambatnya distribusi.

Iklan

“Kami mohon atensi dari Pemprov NTT karena jalan ini berstatus jalan provinsi. Kerusakan jalan dan jembatan sangat mempengaruhi harga sembako dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Dinas PUPR NTT Belum Beri Penjelasan

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak, yang dikonfirmasi terkait kondisi jalan dan jembatan tersebut, belum memberikan keterangan resmi. Ia justru meminta awak media menghubungi salah satu kepala bagian, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lanjutan yang diterima.