Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Siswa Jadi Korban
Menurut Hebner Dakabesy, ketika dana BOS dipangkas karena ada penyalagunaan, yang paling dirugikan adalah peserta didik. Apalagi nominal yang dipangkas tidaklah sedikit.
“Misalnya untuk kebutuhan pembelajaran praktik, terpaksa kita tidak belanja bahan praktik untuk anak-anak. Dana Rp126 juta ini besar dan sangat berarti untuk anak-anak,” ungkap Hebner sembari berharap ada penyelesaian terhadap persoalan ini.
Sementara itu, Wakasek Bidang Humas, Yakobus Boro Bura mengatakan, gejolak di tanggal 2 Juli 2024 merupakan akumulasi keresahan guru dan pegawai terhadap kepemimpinan Safira Abineno.
“Ada hak-hak siswa yang tidak pernah mereka dapatkan. Pakaian seragam, polis asuransi, dan lain-lain. Gaji GTT (Guru Tidak Tetap) dan PTT (Pegawai Tidak Tetap) tidak dibayar. Itu semua memuncak di tanggal 2 Juli 2024,” terang Yakobus didampingi Wakasek Bidang Sarana, Hunce Lapa, Ketua Program Keahlian Teknik Perawatan Gedung, Domi Djami Wadu, dan Ketua Unit Produksi, Mara Djami Wadu.
