Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Larantuka, RakyatNTT.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri tahbisan Uskup Larantuka yang berlangsung di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Flores Timur, Rabu (11/2/2026).
Mgr. Yohanes Hans Monteiro resmi ditahbiskan sebagai Uskup Keuskupan Larantuka setelah sebelumnya ditunjuk oleh Paus Leo XIV pada 22 November 2025.
Bertindak sebagai Uskup Penahbis adalah Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Uskup Emeritus Keuskupan Larantuka, didampingi Mgr. Paulus Budi Kleden (Uskup Agung Ende) dan Mgr. Ewaldus Martinus Sedu (Uskup Maumere).
Gubernur NTT: Gereja Pilar Penting Pembangunan
Dalam sambutan resepsi tahbisan, Gubernur Melki Laka Lena mengajak seluruh umat untuk terus bersatu dan bersolider sebagaimana tercermin dalam moto episkopal Mgr. Hans Monteiro, “Unum corpus, unus spiritus, una spes” — satu tubuh, satu roh, satu harapan.
“Seruan ini mengajak kita semua untuk bersekutu sebagai satu kawanan dalam Kristus. Pada momen yang indah ini, kami menyambut baik kehadiran Uskup Hans Monteiro dan mendoakan Uskup Emeritus Frans Kopong Kung selalu sehat serta terus memberi kontribusi bagi Keuskupan Larantuka dan NTT,” ujar Gubernur Melki.
Ia menegaskan bahwa Gereja Katolik merupakan salah satu pilar penting di NTT, mengingat lebih dari 50 persen penduduk NTT beragama Katolik. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan Gereja sangat strategis dalam membangun daerah.
“Tahbisan ini mengingatkan kita bahwa harta karun Gereja adalah orang-orang kecil, yang miskin dan terpinggirkan. Ini panggilan untuk berbela rasa dan peduli satu sama lain,” tambahnya.
Gubernur juga berharap momentum iman ini semakin mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Gereja Katolik dalam pelayanan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Pemerintah Pusat: Indonesia Terima Pemimpin Moral Baru
Mewakili Menteri Agama RI, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Suparman, menegaskan pentingnya sinergi antara Gereja dan negara.
“Hari ini Gereja Katolik Larantuka menerima seorang Uskup, dan Indonesia menerima seorang pemimpin moral baru. Kami percaya tahbisan ini melahirkan energi baru bagi pelayanan Gereja dan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.
Suparman menyoroti spiritualitas Mgr. Hans Monteiro yang memilih kembali ke tanah kelahirannya untuk mengabdi.
“Inilah spiritualitas seorang gembala: pergi untuk belajar, pulang untuk melayani,” katanya.
Mgr. Hans Monteiro: Dipanggil untuk Melayani
Dalam sambutannya, Mgr. Yohanes Hans Monteiro menyampaikan rasa syukur mendalam atas tahbisan episkopal yang diterimanya.
“Saya berdiri di hadapan Anda bukan oleh kehendak saya sendiri, melainkan oleh panggilan dan rahmat Allah melalui Gereja-Nya. Tahbisan episkopal bukan pertama-tama kehormatan pribadi, melainkan pelayanan bagi Gereja,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai Uskup, dirinya tidak datang sebagai pemilik Gereja, melainkan sebagai pelayan persekutuan.
Tahbisan yang berlangsung di Katedral Reinha Rosari Larantuka memiliki makna khusus baginya. Di gereja tersebut ia menerima hampir seluruh sakramen penting dalam hidupnya, mulai dari baptis hingga tahbisan imam.
“Sebagai anak Nagi, anak Kota Reinha, Gereja Katedral ini menyimpan sejarah rohani perjalanan panggilan saya,” ujarnya disambut tepuk tangan ribuan umat yang memadati gereja dan halaman katedral.
Ajakan untuk Tetap Bersatu
Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C., mengajak umat untuk tetap bersatu dan waspada terhadap perpecahan.
“Gereja tidak akan hancur oleh serangan dari luar, tetapi harus waspada terhadap perpecahan dari dalam. Moto ‘unum corpus, unus spiritus, una spes’ mengingatkan kita bahwa Gereja adalah satu tubuh, meski terdiri dari banyak bagian, seperti tenun Flores Timur,” ujarnya.
Uskup Emeritus Mgr. Fransiskus Kopong Kung juga mengajak umat Keuskupan Larantuka untuk bersatu di bawah kepemimpinan Uskup Hans Monteiro.
Tahbisan episkopal ini turut dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Michael A. Pawolichz, Kardinal Ignatius Suharyo, para uskup dari berbagai keuskupan di Indonesia, Anggota DPR RI Melchias Mekeng, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, para kepala daerah se-Flores, serta ribuan umat dari berbagai wilayah.
Peristiwa iman ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Keuskupan Larantuka sekaligus mempertegas peran Gereja Katolik dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat NTT. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

