“Desil satu itu sudah pasti miskin dan miskin ekstrem. Sementara yang dibiayai pemerintah sebenarnya sampai kelompok rentan di desil 4 dan 5,” ujar Gus Ipul.

Ia menilai anggaran pemerintah untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah sangat besar, termasuk dukungan pembiayaan tambahan dari pemerintah daerah.

Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Kemensos telah menonaktifkan sekitar 13,5 juta peserta BPJS PBI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87.591 peserta telah melakukan reaktivasi kepesertaan.

“Sebagian peserta juga berpindah menjadi peserta mandiri karena kondisi ekonominya membaik, dan sebagian lainnya ditanggung oleh pemerintah daerah,” pungkasnya. (*/rnc)