So’E, RakyatNTT.ID – Ketua Araksi Nusa Tenggara Timur (NTT), Alfred Baun, SH., mengkritisi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kritik tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa (24/2/2026) di Hotel Jati Asih.

Menurut Alfred, memasuki tahun kedua pelaksanaan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu, capaian di tingkat daerah dinilai belum menunjukkan hasil yang terukur dan signifikan.

Iklan

Realisasi Dapur Dinilai Lambat

Berdasarkan data yang disampaikan Araksi, dari target 103 dapur MBG di Kabupaten TTS, hingga saat ini baru terealisasi 12 dapur. Bahkan, salah satu dapur yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi di depan SMP Negeri 1 disebut baru akan kembali aktif pada awal Maret mendatang.

“Kalau tahun kedua baru 12 dapur, kapan target 103 dapur tercapai? Program ini durasinya lima tahun. Tiga tahun pertama seharusnya sudah terlihat progres signifikan,” ujar Alfred.

Ia menilai lambannya pembangunan fasilitas fisik menjadi indikator bahwa program belum berjalan efektif di tingkat kabupaten.

Belum Ada Data Perubahan Status Gizi

Selain persoalan infrastruktur, Araksi juga menyoroti belum adanya rilis resmi terkait perubahan status gizi anak-anak penerima manfaat di TTS.