Sebagaimana diungkapkan David K. Smith, dalam bukunya The Politics of Public Policy (2012), kualitas kebijakan diukur dari dampak nyata pada kualitas hidup. Artinya, berhasil atau tidaknya sebuah kebijakan, sangat tergantung pada perubahan yang mengangkat kualitas hidup mereka yang paling membutuhkan.

Butuh Perubahan Konkret

Pemerintah, suka atau tidak, harus berani menghadapi kenyataan. Keluarlah dari belenggu angka-angka statistik yang semu. Dan mulailah merasakan apa yang dirasakan rakyatnya. Sebab tanpa itu, kita hanya akan berputar-putar dalam lingkaran setan. Ilusi kepuasan ini harus segera dihentikan.

Rakyat NTT tidak butuh statistik. Mereka butuh perubahan konkret dalam soal kualitas hidup. Tidak hanya satu lini, tapi harus semua lini. Di bidang ekonomi misalnya, anak-anak tidak boleh lagi kelaparan karena kemiskinan. Orang tua mereka juga tak boleh lagi terjepit mencari nafkah. Mereka harus mampu memenuhi kebutuhan keluarga tanpa terus-menerus tercekik oleh biaya hidup yang terus melonjak. Jangan biarkan mereka terus-menerus hidup dalam ketidakpastian. Mereka butuh akses pekerjaan dan pendapatan yang layak.

Demikian juga di bidang pendidikan, anak-anak kita di NTT berhak belajar dengan fasilitas memadai dan buku pelajaran yang cukup. Setiap anak bahkan, terutama di daerah pedalaman yang terisolasi, harus mendapatkan akses pendidikan yang memadai—dari ruang kelas yang layak hingga pengadaan buku-buku pelajaran. Pendidikan itu bukan pilihan, tapi hak yang harus diwujudkan. Tanpa kompromi.