Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Selama 76 tahun berdiri, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyalurkan 5,97 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan total nilai mencapai Rp555,11 triliun kepada keluarga Indonesia.
Mayoritas pembiayaan tersebut disalurkan melalui skema KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa BTN merupakan bank nasional dengan sejarah panjang dan kontribusi strategis dalam pembangunan sektor perumahan di Tanah Air.
“Sejak BTN menyalurkan KPR pertama di Indonesia pada 1976, pembiayaan perumahan telah menjadi DNA perseroan,” ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).
Dominasi KPR Subsidi untuk MBR
Sejak 1976 hingga Desember 2025, realisasi penyaluran kredit perumahan BTN tercatat sebanyak 5.976.874 unit di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, KPR subsidi mencapai 4,4 juta unit dengan nilai Rp300,99 triliun. Rinciannya meliputi:
- KPR subsidi konvensional: 4,06 juta unit senilai Rp258,27 triliun
- KPR subsidi syariah: 338.097 unit dengan plafon Rp42,72 triliun
Sementara itu, di segmen non-subsidi, BTN telah menyalurkan pembiayaan kepada 1,3 juta unit rumah senilai Rp218,57 triliun, terdiri dari:
- KPR non-subsidi konvensional: 1,18 juta unit senilai Rp191,46 triliun
- KPR non-subsidi syariah: 125.410 unit dengan nilai Rp27,1 triliun
Selain pembelian rumah, BTN juga menyediakan Kredit Agunan Rumah (KAR) dan Kredit Bangun Rumah (KBR) yang telah mencapai 262.876 unit dengan total nilai Rp35,5 triliun.
Capaian ini semakin menegaskan posisi BTN sebagai motor utama pembiayaan perumahan nasional.
Apresiasi REI dan Apersi
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI), Joko Suranto, menilai BTN telah menjadi pilar utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional.
“Sebagai bank terkemuka di industri perumahan, BTN telah melayani masyarakat dalam mewujudkan hunian impian, termasuk memberikan pembiayaan kepada para pelaku penyedia perumahan,” ungkap Joko.
Menurutnya, dukungan pembiayaan yang konsisten dari BTN membuat roda industri properti terus bergerak dan berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Transformasi layanan yang dilakukan BTN juga dinilai semakin memperkuat daya saing perseroan.
Senada dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Junaidi Abdillah, menyebut peran BTN semakin krusial dalam mendukung program 3 juta rumah pemerintah.
“Peran perbankan sangat vital, bukan hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga membantu pengembang menjaga arus kas agar usaha tetap berkelanjutan,” jelasnya.
Komitmen Perkuat Pembiayaan Perumahan Nasional
Memasuki usia ke-76 tahun, BTN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai mitra utama pembiayaan perumahan nasional. Dengan pengalaman panjang dan jaringan luas, BTN diharapkan terus menjadi penggerak utama dalam penyediaan rumah layak bagi rakyat Indonesia serta mendukung agenda pembangunan sektor perumahan ke depan. (*/rnc)
